Selasa, 10 April 2012

Tips untuk melahirkan dengan normal & lancar

Akhir-akhir ini saya sering mendengar wanita yang melahirkan melalui operasi caesar padahal anaknya nggak begitu besar (kurang dari 3 kg). Saya ingin berbagi pengalaman apa yang saya lakukan untuk menghadapi persalinan sehingga saya alhamdulillah dapat melahirkan dengan normal dengan bantuan bidan tanpa dilakukan tindakan diinfus, vacum apalagi dioperasi cesar. Padahal anak-anak saya beratnya diatas 3 kg, yaitu anak ke-1 beratnya 3,55 kg, anak ke-2 dan ke 3 beratnya 3,25 kg, ke 4 bahkan beratnya 4,35 kg dan ada yang terlilit tali pusar di leher maupun di lengan. Alhamdulillah semuanya lahir dengan normal dengan jahitan yang tidak banyak (tidak seperti wanita sekarang yang di obras, he he he). Bahkan anak saya yang ke 2 dan ke 3 tidak dijahit karena lebih kecil dari anak pertama sehingga waktu masih di Rumah Sakit dikira perawatnya pengunjung yang menengok dan ditegur jam besuk sudah habis kok tidak pulang karena terlihat gagah & sehat tidak kelihatan seperti habis melahirkan.

Berikut ini tips-tipsnya :

1. Bila tidak ada kelainan/masalah sebaiknya melahirkan dengan pertolongan bidan karena bidan lebih sabar dan bila ada masalah tentu dokter kandungan sebagai atasannya akan turun tangan membantu persalinan. Sedangkan bila kita pasin dokter (apalagi yang banyak pasiennya) dan bila dokter belum datang sedangkan kita sudah merasa akan melahirkan, belum tentu bidan akan berani turun tangan menolong karena tidak berani melampaui wewenang atasannya (dokter tsb). Selain itu biaya persalinan dokter tentu lebih mahal bila dibandingkan dengan biaya persalinan bidan apalagi bila diopersasi cesar.

2. Saya rajin mengikuti senam pernafasan, yoga sebelum saya menikah dan saya mengikuti senam hamil tentu saja setelah saya hamil. Ini sangat menolong sekali waktu kita harus mengejan saat melahirkan, karena akan memerlukan energi yang banyak dan nafas yang kuat.

3. Minum madu dan ayam kampung tiap pagi agar badan menjadi kuat dan selalu makan dengan sayur dan jangan lupa makan buah. Ini penting agar tubuh tidak kekurangan cairan.

4. Sebaiknya suami istri rajin sholat, membaca doa & baca Quran agar anaknya kelak menjadi anak lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun juga dan menjadi anak yang sholeh & sholehah.

5. Suami & istri sebaiknya menjaga perkataan maupun perbuatannya agar membawa dampak yang baik bagi perkembangan janinnya.

6. Calon ibu jangan minum obat tanpa resep dokter dan jangan makan makanan yang mengandung ragi atau yang panas-panas secara berlebihan seperti tape, durian agar tidak menganggu perkembangan janin. Sebaiknya tidak memakan daun pepaya karena pepaya bisa membuat empuk daging, hal ini untuk mencegah ari-ari/placenta menjadi hancur dan dikhawatirkan ada yang tertinggal di dalam rahim.

7. Bila usia kandungan sudah memasuki bulannya sebaiknya Bundasehat perbanyak jalan kaki tiap pagi.

8. Kurang lebih dua minggu sebelumnya saya minum satu sendok makan minyak yang dibuat dari kelapa yang diambil santannya dan direbus dan diaduk-aduk biat tidak pecah sampai mengeluarkan minyak. Ini diperlukan untuk melancarkan persalinan.

9. Ketika kandungan memasuki bulan ke tujuh, jangan lupa memijat payudara & membersihkan putingnya dengan kapas yang diolesi baby oil dan ditarik-tarik putingnya agar nanti lancar air susunya.

10. Sebelum berangkat ke Rumah Sakit jangan lupa sungkem minta maaf pada orang tua terutama pada ibu dan mohon restunya agar melahirkan dengan lancar tanpa kurang suatu apapun juga. Selain itu bayi di dalam kandungan kita elus-elus dengan berkata agar bayi nanti jangan membawa masalah dan lahir dengan lancar bila sudah sampai di Ruimah Sakit karena jalan sering macet biar tidak lahir di jalan. (ini perlu sering dilakukan agar ada komunikasi dengan bayi)

11. Waktu sudah saatnya dan sudah ada tanda-tanda akan melahirkan (keluar vleg-vleg merah) segera berangkat ke Rumah Sakit/ Klinik bersalin dengan membawa pakaian yang diperlukan yaitu daster/baju dengan kancing didepan agar bisa untuk menyusui. Sedangkan baju bayi nanti kalau sudah waktunya pulang karena biasanya disediakan oleh Rumah Sakit. Pakaian untuk ibu sebaiknya disiapkan sebelumnya bila kandungan telah memasuki bulan ke 9 untuk berjaga-jaga bila suatu waktu terasa akan melahirkan.

12. Selama di Rumah Sakit, pada waktu makan tiba sebaiknya tetap makan meskipun perut terasa mulas karena kalau tidak makan badan akan lesu dan tidak punya energi. Ini saya lakukan meskipun mengundang tawa yang melihat karena sebentar-sebentar berhenti makan karena waktu perut mulas berjongkok menahan sakit. Tapi nggak apa-apa, inilah seninya mau menjadi ibu.

13. Ketika sudah waktunya dibawa masuk ke ruang bersalin, jangan lupa baca doa dan konsentrasi mendengarkan perintah bidan/dokter yang menolong persalinan dan jangan memikirkan yang lain. Serahkan semua pada yang Maha Kuasa dengan membaca dzikir agar hati menjadi tenang dan tidak tegang. Ini perlu sekali agar otot-otot tidak kejang dan mudah dalam melahirkan.

14. Bila terasa mules, pantat jangan sekali-kali diangkat agar nanti tidak banyak jahitannya.

15. Bila anak telah lahir, jangan lupa mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang dan mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah menolong persalinan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat menjadi ibu.

2 komentar: